Banyak yang berpendapat tentang apa itu tasawuf. Diluar semua perbedaan pendapat yang ada, saya hanya ingin mengajak marilah kita merasakan dengan hati kita masing-masing dan jangan cuma meghakimi tasawuf dari akal-pikiran, yang notabene akal pikiran manusia itu terbatas. Akal manusia tidak akan sanggup untuk menampung semua kebesaran-NYA. Belajar tasawuf berbeda dengan belajar fiqh yang secara garis besar berisi tentang aturan tentang benar atau salah. dengan anggapan bahwasanya kita sudah belajar fiqh maka dalam tasawuf kita belajar untuk merasakan nikmatnya beribadah (insyaallah). Pertanyaanya : Bagaimana kita bisa merasakan? logikanya kita akan bisa merasakan jika kita melakukan, jika belum melakukan akan sulit kita untuk bisa merasakan. Perlu digaris bawahi belajar tasawuf adalah untuk memperbaiki diri sendiri, bukan untuk mengkoreksi atau mengurusi orang lain. Sekali lagi marilah kira rasakan Ibadah dengan rasa bukan hanya dengan akal pikiran.
Oleh : Umat Muhammad SAW
Inspirator : DRS. KH. IMRON DJAMIL
Tidak ada komentar:
Posting Komentar